Home

PILIHAN BAHASA



GTranslate



Designed by:
SiteGround web hosting Joomla Templates

  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
EJAKULASI BELUM TENTU ORGASME, DAN ORGASME BELUM TENTU EJAKULASI
Ditulis oleh Love Indonesia   
Jumat, 29 Januari 2010 02:20

Ejakulasi itu orgasme, tapi orgasme tak selalu ejakulasi

Kalau seseorang, baik lelaki maupun perempuan, menerima rangsangan seksual yang cukup, maka dia akan mengalami reaksi seksual. Suatu siklis reaksi seksual yang sempurna berlangsung melalui empat fase, yaitu fase rangsangan, fase datar, fase orgasme, dan fase resolusi.
Pada setiap fase reaksi seksual, terjadi perubahan fisik dan emosi. Perubahan fisik tidak hanya terjadi pada kelamin melainkan juga pada bagian tubuh yang lain, misalnya berupa kekejangan otot, peningkatan denyut jantung, irama nafas dan denyut nadi.

Orgasme merupakan puncak suatu reaksi seksual. Bila rangsangan seksual terus berlanjut, maka tercapailah puncak reaksi seksual ini. Orgasme dirasakan sebagai suatu sensasi erotik yang menyenangkan, sehingga dinyatakan sebagai sesuatu yang nikmat.

Pada dasarnya, sensasi erotik saat orgasme ini dirasakan sama baik oleh lelaki mapun perempuan. Tetapi, peristiwa orgasme bervariasi pada waktu yang berbeda, dan juga bervariasi pada setiap individu. Kadang-kadang orgasme merupakan suatu sensasi yang sangat eksplosif dan luar biasa, tetapi bagi orang lain mungkin merupakan sesuatu yang terjadi dengan tenang dan kurang dramatik.

Perbedaan intensitas orgasme disebabkan oleh beberapa faktor fisik, seperti kepayahan dan jarak waktu terjadinya orgasme sebelumnya. Juga disebabkan oleh faktor psikis, seperti hubungan pribadi dengan pasangan dan keterlibatan emosional pada saat itu.

Pada umumnya, orgasme dianggap sama dengan ejakulasi (keluarnya sperma pada lelaki), sehingga seolah-olah ejakulasilah yang memberikan sensasi erotik itu, bukan orgasme. Padahal, orgasme dan ejakulasi itu dua hal berbeda. Orgasme adalah sensasi erotik yang dirasakan sebagai suatu kenikmatan seksual, sedang ejakulasi berarti keluarnya sperma pada lelaki.

Tetapi pada lelaki normal, peristiwa orgasme disertai ejakulasi sehingga seolah-olah keduanya merupakan satu peristiwa. Pada lelaki yang mengalami gangguan dapat terjadi keadaan tidak normal, yakni orgasme tanpa ejakulasi. Jadi, ia tetap dapat menikmati sensasi erotik, tetapi tidak mengalami ejakulasi atau sperma yang keluar hanya sedikit sekali. Sebaliknya, dapat saja terjadi ejakulasi tanpa sensasi orgasme.

Ratri: "Let my heart be wise. It is the gods' best gift" (Euripedes).