|
EKSPLORASI SEXUAL SEBELUM DAN SETELAH MELAHIRKAN |
|
Ditulis oleh Love Indonesia
|
|
Jumat, 29 Januari 2010 02:11 |
|
Kehamilan dan kelahiran melibatkan transisi fisik, emosi dan relasi. Tentu saja ini akan mempengaruhi kenikmatan seksual Anda secara mendalam. Anda akan lebih bijaksana menghadapi dimensi perubahan-perubahan ini jika Anda membicarakan perasaan seksual Anda dengan pasangan Anda atau teman-teman lain secara terbuka. Bisa saja Anda memberitahukan bahwa Anda akan mengikuti terapi seksual jika memang Anda ingin meneruskan dan memperbaiki hubungan seksual Anda sebelum dan setelah melahirkan secara normal. Namun jika tanggapan yang diberikan bersifat negatif atau mengatakan “jangan”, Anda perlu mencari pendapat kedua yang lebih profesional. Anda dapat menanyakan mengapa hal itu tidak boleh dan untuk jangka waktu berapa lama hal itu diperbolehkan kembali.
Perlu Anda catat bahwa metode interaksi seksual akan berubah seiring dengan perkembangan kehamilan dan seiring dengan hubungan Anda berdua mengakomodasi kedatangan sang anak. Perubahan ini tidak harus negatif. Lebih baik pandang perubahan-perubahan tersebut sebagai kesempatan-kesempatan untuk mengeksplorasi dimensi lain dari sensualitas Anda dan untuk memperkuat hubungan erotis dengan pasangan Anda. Karena itu mempertahankan dan menikmati kedekatan fisik selama dan setelah kehamilan bukan merupakan sebuah pertanyaan apakah atau seberapa sering Anda dan pasangan Anda akan melakukan senggama. Lagi pula, ada banyak cara lain untuk berbagi kenikmatan tersebut dengan pasangan Anda. Kadang-kadang ada alasan medis untuk menahan diri dari senggama untuk sementara waktu, namun tak pernah ada alasan tepat untuk berhenti menikmati kedekatan fisik dan sensualitas dari berbagi erotis bersama pasangan Anda.
Walaupun ada beberapa pengecualian, Anda biasanya dapat menikmati senggama selama kehamilan dengan sedikit perhatian dan tanpa kekhawatiran. Sudah tentu, Anda dapat memperkirakan bahwa Anda dan pasangan Anda akan perlu melakukan modifikasi terhadap posisi seksual favorit Anda dan mencoba beberapa cara baru untuk memberikan kenikmatan melalui kontak genital. Jika perlu, bicarakan dengan pasangan Anda dan bersenang-senanglah dengan beberapa pengalaman baru. Satu-satunya “aturan” adalah bahwa hubungan senggama harus nyaman, nikmat dan menyenangkan bagi kedua pasangan. Namun jika tidak, mintalah saran dari seorang ahli seksologi. Ada beberapa kekhawatiran yang umum dijumpai dan dapat Anda lupakan. Senggama tidak akan merusak fetus dan tidak akan mengakibatkan kelahiran prematur. Sang bayi tidak akan tahu bahwa Anda sedang berhubungan seks, ia juga tidak akan memiliki suatu perasaan atau opini mengenai seksualitas Anda.
Umumnya pada masa itu terjadi fluktuasi gairah seksual sebelum dan setelah kelahiran bagi wanita dan pasangannya. Fluktuasi ini seringkali tidak sama. Sebagian calon ibu dan ibu muda menginginkan lebih banyak kedekatan fisik, kelembutan dan belaian erotis, namun sebagian lagi tidak. Minat pada hubungan intim mungkin pada suatu waktu meningkat, menurun atau terlihat menghilang. Seringkali, perubahan fisik yang terjadi akibat mengandung mempengaruhi perasaan seorang wanita mengenai tubuhnya, potensi tubuhnya untuk merasakan kenikmatan dan seberapa menggairahkan tubuhnya itu bagi pasangannya.
Terkadang para suami menjadi enggan untuk berlaku sensual dengan ibu dari anak-anak mereka, namun ada juga para suami lain justru bergairah dengan kehamilan sang istri atau keadaan sang istri yang sedang memiliki anak. Beberapa orang mencoba menyangkal perubahan yang pasti terjadi dalam perasaan seksual sang wanita. Dan banyak pria yang mengalami konflik secara seksual mengenai pasangan mereka, berjuang dengan godaan untuk mendapatkan suatu hubungan seksual di luar hubungan utama mereka. Yang pasti ini berguna untuk mengenali seberapa umum perasaan-perasaan ini dan seberapa berguna pengungkapan perasaan-perasaan tersebut secara jujur dan penuh kasih bagi para pasangan.
Masa transisi berikutnya adalah saat sang anak keluar dari rahimnya dan beberapa waktu kemudian sang ibu kembali menjalankan kewajibannya sebagai istri. Pada saat itu akan ada perubahan-perubahan dalam seksualitas Anda setelah kelahiran bayi Anda. Anda dapat memperkirakan beberapa perubahan-perubahan fisik, seperti perubahan-perubahan sementara dalam bentuk dan sensitivitas vagina Anda. Anda tak perlu takut menghadapi hal ini. Anda dapat melatihnya kembali dengan meminta seorang ahli perawatan kesehatan mengajarkan Anda bagaimana melakukan latihan Kegel.
Perubahan lain yang terjadi setelah melahirkan terkadang bersifat permanen dalam bentuk dan penampilan berbeda pada alat kelamin bagian luar. Anda juga dapat memperkirakan perubahan-perubahan signifikan dalam penjadwalan kenikmatan seksual Anda. Anda akan perlu sering mengkomunikasikan masalah-masalah ini dengan pasangan dan teman-teman Anda. Berikan prioritas tinggi untuk membuat rencana-rencana waktu pribadi yang dapat dinikmati bagi diri Anda sendiri dan dengan pasangan Anda. Lagi pula, seksualitas Anda seharusnya terus menjadi sebuah sumber kenikmatan bagi Anda selama transisi menantang ini dalam kehidupan pribadi Anda. |